Koordinasi bersama dengan perwakilan Kantor Pelayanan Pajak Pratama Mataram di Mako Sat Brimob Polda NTB
Video Conference sebagai perwujudan, upaya penyamaan persepsi dan penyampaian kebijakan serta strategi keuangan dengan Puskeu Mabes Polri diikuti oleh seluruh pengemban fungsi keuangan tingkat Polda seluruh Indonesia
Jumat, 29 Mei 2015
KEGIATAN KEUANGAN
Kegiatan dalam rangka manajemen profesional bidang keuangan oleh Kapolda NTB Brigjen Pol Drs Srijono dan Kabidkeu Polda NTB di Rupatama Polda NTB dengan materi Sosialisasi Perkap 21 tahun 2014
Pelaksanaan pengarahan anggaran TA. 2015 jajaran Polri Polda NTB , penysunan tunjangan kinerja dan uji petik kesiapan lahan lokasi pembangunan rumdin dengan sumber dana APBN-P TA. 2015
Sabtu, 25 April 2015
Sejarah Terbentuknya Gegana Korps Brimob Polri
SEJARAH GEGANA
Awal terbentuknya Gegana Korps Brimob Polri dilatar belakangi dengan adanya peristiwa pembajakan pesawat udara di Australia pada tahun 1974 maka untuk mengantisipasi dampak dari peristiwa tersebut terhadap keamanan NKRI mengingat secara geografis letak Indonesia berdekatan dengan Australia maka dibentuklah satuan Gegana dengan tugas pokok sebagai pasukan khusus Anti Pembajakan Pesawat Udara ( ATBARA ) berdasarkan surat keputusan Kadapol Metro Jaya No. Pol : Skep/29/XI/1974 tanggal 27 Nopember 1974 yang merupakan realisasi fisik dari Instruksi Menhankam/Pangab Nomor : SHK / 633 / V / 1972 tanggal 20 Mei 1972 dan Instruksi Kapolri No. Pol : INST/41/VII/1972 tanggal 29 Juli 1972 tentang penanggulangan kejahatan pembajakan udara/laut dan terrorisme Internasional.
SEJARAH BRIMOB NTB
PROFIL
SAT BRIMOB POLDA NTB
“ Brimob Ampenan “
M
|
arkas Brimob Polda NTB beradda
tepat di garis pesisir Pantai Skip yang merupakan batas daratan bagian barat
dari provinsi ini yang berbatasan langsung dengan pulau Bali. Lokasi yang kini
ditempati satuan ini berdekatan dengan bagian dari wilayah kejayaan Kota
Ampenan tempo dulu. Di pesisir Pantai Ampenan inilah, jejak-jejak masa lalu
kota pelabuhan yang demikian ramai itu terlihat jelas. Dari sinilah, Sat Brimob Polda NTB
menancapkan tonggak kelahirannya 18 tahun yang lalu, mengawal Kamtibmas daerah
ini dengan kemampuan – kemampuan khusus yang dimilikinya.
18 Tahun Perjalanan Brimob Polda NTB
18 tahun
silam, pembentukan Brimob Polda NTB dilakukan bersamaan dengan pembentukan
Polda-polda baru tahun 1996 termasuk Polda NTB. Brimob Polda NTB menjadi bagian
struktur organisasi di bawah Polda NTB , dimana pada tahun 1997 pembinaan
organisasinya sementara berada dibawah Dit Samapta Polda NTB dan secara
administratif dibawah pembinaan Korps Brimob Polri. Dipimpin pejabat sementara Komandan Satuan
Brimob Sesdit Samapta, Mayor Pol. Drs. Jimmy Palmer Sinaga dengan personil
perintis sebanyak 87 orang yang merupakan lulusan Tamtama angkatan 32 Pusdik
Brimob Watukosek, Pusdik Sabhara Porong dan Pusdik Polair Jakarta tahun 1997.
SEJARAH LAHIRNYA KORPS BRIMOB POLRI
SEJARAH SINGKAT BRIMOB POLRI
Polisi istimewa ini merupakan satu-satunya badan kepolisian bentukan Jepang yang tetap diperkenankan untuk memegang senjata, memainkan perannya memperkuat barisan perjuangan Rakyat Indonesia menentang penjajahan. Polisi Istimewa inilah yang kemudian merupakan cikal bakal terbentuknya Mobrig atau yang sekarang dikenal dengan nama Brigade Mobil Polri (Brimob Polri).Periode tahun 1943 – 1944 merupakan masa pembentukan berbagai organisasi atau barisan militer. Itu semua dilakukan pemerintah militer Jepang karena posisinya kian terjepit, baik dari dalam daerah penduduk maupun dari kancah perang Asia Timur Raya. Pemerintah militer Jepang menginginkan adanya tenaga cadangan yang dapat digerakkan dengan cepat dan memiliki mobilitas yang tinggi. Jika keadaan memerlukan, cadangan polisi ini dapat berperan sebagai tenaga tempur, keinginan ini akhirnya terealisasi dengan terbentuknya polisi khusus yang disebut Tokubetsu Keisatsu Tai (Pasukan Polisi Istimewa) pada April 1944. Anggotanya terdiri dari para Polisi Muda serta Pemuda Polisi. Tokubetsu Keisatsu Tai didirikan di setiap keresidenan seluruh Jawa-Madura dengan fasilitas persenjataan lebih lengkap daripada Polisi Umum. Para calon anggota Tokubetsu Keisatsu Tai diasramakan serta memperoleh pendidikan dan latihan kemiliteran dari tentara Jepang. Maka dari itu, tidak berlebihan bila dikatakan bahwa anggota Tokubetsu Keisatsu Tai adalah pasukan yang terlatih, berdisiplin tinggi, terorganisasi dengan rapi dan memiliki persenjataan yang cukup baik. Di setiap keresidenan wilayah Jawa-Madura pada akhir tahun 1944 telah dibentuk Tokubetsu Keisatsu Tai dengan kekuatan satu kompi yang beranggotakan 60 sampai 200 orang, tergantung pada situasi wilayah kompi tersebut berada di bawah kekuasaan Polisi Keresidenan, umumnya Komandan Kompi berpangkat Itto Keibu (Letnan Satu). Ketika Jepang menyerah kalah kepada sekutu dan kemudian Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945, pada saat itu pula ‘masa penggemblengan’ Tokubetsu Keisatsu Tai telah cukup. Bersama-sama dengan rakyat dan berbagai kesatuan lainnya, anggota Tokubetsu Keisatsu Tai telah bahu-membahu ikut merebut dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.
Polisi istimewa ini merupakan satu-satunya badan kepolisian bentukan Jepang yang tetap diperkenankan untuk memegang senjata, memainkan perannya memperkuat barisan perjuangan Rakyat Indonesia menentang penjajahan. Polisi Istimewa inilah yang kemudian merupakan cikal bakal terbentuknya Mobrig atau yang sekarang dikenal dengan nama Brigade Mobil Polri (Brimob Polri).Periode tahun 1943 – 1944 merupakan masa pembentukan berbagai organisasi atau barisan militer. Itu semua dilakukan pemerintah militer Jepang karena posisinya kian terjepit, baik dari dalam daerah penduduk maupun dari kancah perang Asia Timur Raya. Pemerintah militer Jepang menginginkan adanya tenaga cadangan yang dapat digerakkan dengan cepat dan memiliki mobilitas yang tinggi. Jika keadaan memerlukan, cadangan polisi ini dapat berperan sebagai tenaga tempur, keinginan ini akhirnya terealisasi dengan terbentuknya polisi khusus yang disebut Tokubetsu Keisatsu Tai (Pasukan Polisi Istimewa) pada April 1944. Anggotanya terdiri dari para Polisi Muda serta Pemuda Polisi. Tokubetsu Keisatsu Tai didirikan di setiap keresidenan seluruh Jawa-Madura dengan fasilitas persenjataan lebih lengkap daripada Polisi Umum. Para calon anggota Tokubetsu Keisatsu Tai diasramakan serta memperoleh pendidikan dan latihan kemiliteran dari tentara Jepang. Maka dari itu, tidak berlebihan bila dikatakan bahwa anggota Tokubetsu Keisatsu Tai adalah pasukan yang terlatih, berdisiplin tinggi, terorganisasi dengan rapi dan memiliki persenjataan yang cukup baik. Di setiap keresidenan wilayah Jawa-Madura pada akhir tahun 1944 telah dibentuk Tokubetsu Keisatsu Tai dengan kekuatan satu kompi yang beranggotakan 60 sampai 200 orang, tergantung pada situasi wilayah kompi tersebut berada di bawah kekuasaan Polisi Keresidenan, umumnya Komandan Kompi berpangkat Itto Keibu (Letnan Satu). Ketika Jepang menyerah kalah kepada sekutu dan kemudian Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945, pada saat itu pula ‘masa penggemblengan’ Tokubetsu Keisatsu Tai telah cukup. Bersama-sama dengan rakyat dan berbagai kesatuan lainnya, anggota Tokubetsu Keisatsu Tai telah bahu-membahu ikut merebut dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.SEJARAH PELOPOR BRIMOB
SEJARAH PEMBENTUKAN
PELOPOR
Secara
esensial nama Ranger maupun Pelopor itu tetap satu, yakni satuan khusus yang
dimiliki polri untuk tugas-tugas khusus dalam rangka pengamanan dalam negeri
yang berkadar tinggi.
Kepala Muda Kepolisian Republik
Indonesia mengeluarkan Surat Perintah Nomor Polisi 12/78/91 tanggal 14 Nopember
1946. Surat ini berisikan pembentukan Satuan Mobile Brigade (Mobrig). Meskipun secara
de jure Mobrig berdiri pada tanggal tersebut, namun secara de facto Mobrig
telah hadir dan aktif sejak 14 nopember 1945. Dengan bentuk satuan organisasi
yang terus disempurnakan ini maka Mobrig secara aktif terus berkiprah dalam
usaha bela negara melawan belanda serta mengatasi berbagai pemberontakan
didalam negeri selama Revolusi Fisik (1945-1949) berlangsung. Dan atas berbagai
peristiwa telah menunjukkan bahwa kemampuan dan profesionalisme anggota Mobrig
harus ditingkatkan secara cepat. Untuk keperluan itulah maka tanggal 10 Juni
1954 berdiri Sekolah Pendidikan Mobile Brigade (SPMB) di Porong, Watukosek,
Jawa Timur.
Selasa, 10 Februari 2015
LATIHAN KEMAMPUAN BRIMOB
BERLATIH DENGAN SEMANGAT
" Mahir , terpuji , patuh hukum dan modern
Bekal kemampuan senantiasa harus diasah , sebagai bukti prajurit yang profesional sebagai pelindung pengayom dan pelayan masyarakat.
Jangan pernah ragu bertindak dan berbuat jika itu sudah sesuai dengan prosedur , ambil data secara akurat , tentukan target secara cermat , bidik sasaran dengan tepat , dapatkan hasil yang akurat
Sekali Melangkah Sekali Tampil Harus Berhasil.
Tiada hari tanpa latihan , kebersamaan awal dari kesuksesan , jaga skil , spirit , stamina dan kesabaran.
" Jiwa Ragaku Demi Kemanusiaan "
Refreshing dengan Latihan Gerilya Anti Gerilya ,,,
Langganan:
Postingan (Atom)







